|
::.
HEALTH
Kopi Mencegah Heart Arrhythmia
Berita baik buat yang doyan minum kopi. Beberapa cangkir kopi sehari mampu mencegah Anda dari gangguan ritmik jantung.
br>
Penelitian di California yang dilakukan Kaiser Permanente menemukan pada pria dan wanita yang dilaporkan minum kopi 4 cangkir bahkan lebih setiap harinya malah 18% lebih sedikit risikonya terkena gangguan ritmik jantung. Mereka yang dalam penelitian ini setiap harinya menenggak 1-3 cangkir ternyata 7% saja berisiko terhadap gangguan jantung.
Penelitian ini melibatkan tak kurang dari 130,054 pria dan wanita, usia 18-90 tahun, yang mayoritas dibawah usia 50 tahun. Sekitar 2% dirawat di rumahsakit karena gangguan ritmik jantung, 50% karena atrial fibrillation, dan yang terbanyak karena masalah ritmik jantung. 18 persen menurun risikonya secara konsisten baik pada pria maupun wanita, dari berbagai kelompok etnik, baik perokok maupun non perokok.
"Kebiasaan minum kopi sangat erat kaitannya dengan menurunkan risiko dirawat di rumahsakit karena masalah ritmik jantung, meskipun dari kaitannya ini tidak membuktikan penyebab ataupun dampaknya," kata Arthur Klatsky, M.D., konsultan senior di Kaiser Permanente Medical Care Program. "Data ini setidaknya meyakinkan kembali kepada masyarakat untuk minum kopi sewajarnya dan tidak menyebabkan gangguan ritmik jantung."
Penelitian ini sudah menguji data mereka yang dirawat di rumahsakit pada waktu yang lampau setelah menentukan pengujian. Bagi yang pernah dirawat di rumahsakit dalam sepuluh tahun terakhir, pengurangan masa di rumahsakit terjadi pada mereka yang minum kopi 4 cangkir (lebih) dalam sehari mencapai angka 28 persen.
"Penelitian ini tidak berarti orang-orang harus minum kopi untuk mencegah masalah ritmik jantung," tegas Dr. Klatsky. "Penelitian ini mendukung ide bahwa mereka yang menghadapi risiko ritmik jantung atau yang memiliki masalah ritmik jantung tidak harus meninggalkan kopi sama sekali."
Sumber : American Heart Association's Conference on Cardiovascular Disease Epidemiology and Prevention, March 2, 2010.
(Sumber:
Netter, 04-03-2010 )
|
The information on this Web site is designed for educational purposes only. It is not intended to be a substitute for informed medical advice or care. You should not use this information to diagnose or treat any health problems or illnesses without consulting your pediatrician or family doctor. Please consult a doctor with any questions or concerns you might have regarding your or your child's condition.
|
|