|
::.
GREEN LIVING
Jangan Anggap Remeh Styrofoam
Selain itu,kemasan ini praktis dan mudah dibawa. Si abang penjaja makanan merasa ngga ribet, mbak-mbak dan mas-mas yg jajan juga ngga malu bawa makanan daripada bawa-bawa jajanannya pake kemasan daun pisang ...diih ngga banget sih..!
Seingat bunda, awal tahun ini PT Pembangunan Jaya Ancol,pengelola Taman Impian Jaya Ancol, mencanangkan konsep kawasan bebas styrofoam. Maksudnya, seluruh restoran dan kedai makanan di kawasan Ancol harus mengganti styrofoam sebagai kemasan makanan mereka menjadi kemasan berbentuk kertas yang aman bagi kesehatan
Fakta Tentang Styrofoam :
EPA (Enviromental Protection Agency) dan WHO mengategorikan proses pembuatan styrofoam sebagai penghasil limbah berbahaya ke-5 terbesar di dunia. Selain itu proses pembuatan styrofoam itupun menyebarkan bau tak sedap dan jelas mengganggu pernapasan serta melepas 57 jenis zat berbahaya ke udara.
Styrofoam antara lain banyak dipakai untuk kemasan mie instan yang tinggal diseduh. Nah masalahnya styrofoam ini jadi berbahaya bagi kesehatan karena diolahnya memakai benzana. Benzana inilah yang jadi biang kerok terjadinya berbagai masalah penyakit.
Benzana diketahui bisa menyebabkan gangguan pada kelenjar tiroid, gangguan sistem syaraf, mempercepat detak jantung, sulit tidur, gelisah, badan gemetar (tremor).
Saat benzana menyusup melalui makanan, maka dia akan masuk ke sel-sel darah dan lama lama bisa merusak sumsum tulang belakang. Akibatnya produksi sel darah merah merosot dan menimbulkan anemia. Efek lain sistem kekebalan tubuh merosot sehingga kita mudah kena infeksi.
Pada wanita, styrofoam berbahaya bagi kesehatan alat reproduksi dan bisa mengubah siklus menstruasi, gugur janin ataupun cacat janin. Bahkan dapat menyebabkan kanker payudara dan pada kaum pria bisa menyebabkan kanker prostat.
Mengapa styrofoam harus dipandang berbahaya?
Sebab bahan kimia berbahaya dari styrofoam ini mudah sekali segera menyusup ke dalam makanan terutama yang bersuhu tinggi dan banyak mengandung minyak atau lemak. Padahal kita tahu hampir semua makanan yang dibungkus dengan kemasan styrofoam, justru makanan panas misalnya nasi goreng, mie goreng dlsb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin panas suhu makanan, semakin cepat proses migrasi dari bahan kimia styrofoam ke dalam makanan kita.
Mengingat banyak mudharat dari manfaatnya ..mengapa tidak sejak sekarang, dari diri sendiri dan keluarga dekat kita untuk menolak kemasan styrofoam sebagai pembungkus makanan kita." wrap="physical">Sepertinya kita sudah kurang peduli dengan kemasan makanan saat jajan di luar rumah. Sebagai masyarakat urban yang super sibuk dengan tingkat mobilitas tinggi, kemasan makan siap saji tak ayal jadi sampah yang sampai saat ini masih bikin pusing.
Apa hubungannya sampah dengan styrofoam? Ups banyak sekali. Selain menjadi masalah bagi kerusakan lingkungan, karena limbahnya yang sulit diurai, Styrofoam juga berbahaya buat kesehatan kita lho.
Kemasan putih yang nampak bersih ini diam-diam menyimpan bahaya yang setiap saat bisa merenggut kesehatan kita jika tidak segera "aware" sejak sekarang. Jika diperhatikan belakangan ini pemakaian kemasan styrofoam (polystyrene) semakin menjadi-jadi. Bukan hanya resto-resto siap saji yg terkenal saja. Bahkan sampai ke penjaja makanan di kedai-kedai sederhana juga menggunakan kemasan styrofoam ini. Sebab kemasan ini mudah didapat dan amat murah harganya.
Selain itu,kemasan ini praktis dan mudah dibawa. Si abang penjaja makanan merasa ngga ribet, mbak-mbak dan mas-mas yg jajan juga ngga malu bawa makanan daripada bawa-bawa jajanannya pake kemasan daun pisang ...diih ngga banget sih..!
Seingat bunda, awal tahun ini PT Pembangunan Jaya Ancol,pengelola Taman Impian Jaya Ancol, mencanangkan konsep kawasan bebas styrofoam. Maksudnya, seluruh restoran dan kedai makanan di kawasan Ancol harus mengganti styrofoam sebagai kemasan makanan mereka menjadi kemasan berbentuk kertas yang aman bagi kesehatan
Fakta Tentang Styrofoam :
EPA (Enviromental Protection Agency) dan WHO mengategorikan proses pembuatan styrofoam sebagai penghasil limbah berbahaya ke-5 terbesar di dunia. Selain itu proses pembuatan styrofoam itupun menyebarkan bau tak sedap dan jelas mengganggu pernapasan serta melepas 57 jenis zat berbahaya ke udara.
Styrofoam antara lain banyak dipakai untuk kemasan mie instan yang tinggal diseduh. Nah masalahnya styrofoam ini jadi berbahaya bagi kesehatan karena diolahnya memakai benzana. Benzana inilah yang jadi biang kerok terjadinya berbagai masalah penyakit.
Benzana diketahui bisa menyebabkan gangguan pada kelenjar tiroid, gangguan sistem syaraf, mempercepat detak jantung, sulit tidur, gelisah, badan gemetar (tremor).
Saat benzana menyusup melalui makanan, maka dia akan masuk ke sel-sel darah dan lama lama bisa merusak sumsum tulang belakang. Akibatnya produksi sel darah merah merosot dan menimbulkan anemia. Efek lain sistem kekebalan tubuh merosot sehingga kita mudah kena infeksi.
Pada wanita, styrofoam berbahaya bagi kesehatan alat reproduksi dan bisa mengubah siklus menstruasi, gugur janin ataupun cacat janin. Bahkan dapat menyebabkan kanker payudara dan pada kaum pria bisa menyebabkan kanker prostat.
Mengapa styrofoam harus dipandang berbahaya?
Sebab bahan kimia berbahaya dari styrofoam ini mudah sekali segera menyusup ke dalam makanan terutama yang bersuhu tinggi dan banyak mengandung minyak atau lemak. Padahal kita tahu hampir semua makanan yang dibungkus dengan kemasan styrofoam, justru makanan panas misalnya nasi goreng, mie goreng dlsb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin panas suhu makanan, semakin cepat proses migrasi dari bahan kimia styrofoam ke dalam makanan kita.
Mengingat banyak mudharat dari manfaatnya ..mengapa tidak sejak sekarang, dari diri sendiri dan keluarga dekat kita untuk menolak kemasan styrofoam sebagai pembungkus makanan kita..
(Sumber:
redaksi, 06-12-2009 )
|