|
::.
BREAST FEEDING
Susu Formula
Nah kali ini ada info penting, khususnya untuk ibu-ibu yang masih punya anak2 balita dan minum susu formula.
Bagaimanapun selain ASI, pastinya susu formula jadi andalan ibu2 untuk anak2 agar bisa tumbuh kembang dengan maksimal. Hanya sayangnya belakangan ini banyak iklan di media yang terlampau berlebihan. Terutama yang berkaitan dengan khasiat DHA, Gangliosida, Lutein, Sphyngomyelin. Akibatnya, banyak ibu yang begitu mempercayai khasiat susu formula yang konon mampu meningkatkan kecerdasan anak.
Badan Pengawas Obat dan Makanan sebetulnya sudah mengeluarkan larangan penambahan DHA, ARA, Gangliosida, Lutein untuk susu formula bayi dan lanjutan sejak 10 Juli 2008. Mengapa begitu? Tampaknya pelarangan ini berkaitan dengan tidak adanya atau belum ada bukti ilmiah atas kandungan beberapa zat tersebut terhadap kesehatan terutama yang dikaitkan dengan meningkatnya kecerdasan anak. Terbukti dengan gencarnya iklan produk susu yang begitu ramai di berbagai media mampu merontokkan kepercayaan ibu terhadap ampuhnya ASI (air susu ibu).
Masalahnya di Indonesia bayi rata-rata hanya diberi ASI saja kurang dari 2 bln. Di Indonesia hanya 14% ibu menyusui eksklusif selama 5 bln. Ini sangat menyedihkan. Sebab dengan begitu masih ada ibu Indonesia yang belum menyadari betapa berharganya zat2 yang terdapat dalam ASI jika dibandingkan dengan susu formula yang banyak mengumbar fakta yang belum terlihat buktinya.
Mungkin ibu2 yang masih perlu membeli susu untuk anak-anak balita jadi bingung dengan info ini? Ngga perlu bingung, sebab peraturan ini tidak menyebabkan susu yang beredar tergolong berbahaya. Hanya saja tidak diketahui khasiat yang sebenarnya. Karena klaim kandungan gizi yang tercantum dalam kemasan termasuk yang dipandang melanggar aturan BPOM, itu saja. Intinya mulai Juli 2009 mendatang, ibu2 akan membeli susu formula untuk bayi atau balita dengan informasi gizi yang disesuaikan dengan aturan baru dari BPOM.
Lantas apa yang harus dilakukan? ya tentu saja lebih jeli dalam membaca informasi dalam kemasan produk. Apapun yang ditulis dalam kemasan atau bombardir iklan yang begitu gencar, tetaplah ibu harus menjadi konsumen yang bijak untuk keluarganya.
.
(Sumber:
redaksi, 08-12-2009 )
|